Pantun mesra

Dari mana datangnya linta
dari tanah turun ke kali
dari mana datangnya cinta
dari mata terus ke hati


Ikan belanak hilir berenang,
burung dara membuat sarang.
Makan tak enak tidur tak senang,
hanya teringat dinda seorang.


Buluh perindu di atas gunung,
habis luruh batang padiku.
Rindunya abang tidak tertanggung,
hanyut luruh rasa hatiku.


Beli kelapa di Pinangsia,
ambillah rebab dari kota.
Jangan adinda lupakan saya,
sebab adinda yang saya cinta.


Tempat raja turun berkarang,
berkarang sampai ke tepi tubir.
Terkenang bunga kembang dikarang,
dalam hati sudah terukir.


Dang Serat bertanam serai,
pasir permata bercampur pudi.
Dunia akhirat tidak bercerai,
kasih mesra di dalam hati.


Ambil getah di Kampung Duri,
selaguri tumbuh di jirat.
Besar cinta di dalam diri,
dari dunia sampai akhirat.


Nona menulis memakai tinta,
jarum patah di dalam peti.
Itu tanda kita bercinta,
senang dan susah bersuka hati.
Share on Google Plus

About komar

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment